Pentingkah Arti Sahabat?

Pada setiap kehidupan seseorang, pasti akan membutuhkan teman yang bisa berbagi disaat susah maupun senang. Sahabat memang memiliki peran yang bisa membuat hidup menjadi lebih berwarna. Tetapi kehadiran sahabat bukanlah untuk menggantikan posisi pasangan atau kekasih anda.

Saat anda memiliki teman yang baik, bukan hadiah atau bingkisan atau kado yang mereka inginkan. Tetapi perhatian dan kesabaran yang mereka butuhkan. Terkadang sahabat juga butuh didengarkan, baik itu senang maupun dalam duka. Jadi apabila anda memiliki sahabat, maka persiapkan waktu dan kesabaran yang cukup untuk mendengarkan segala masalah serta keluh kesah yang mereka rasakan.

Sahabat akan membantu memecahkan permasalahan yang sedang anda hadapi. Atau mungkin hanya sekedar membicarakan masalah pekerjaan atau kehidupan yang terjadi di sekitar anda. Begitu pula dengan sang sahabat, mereka juga ingin anda melakukan hal yang sama. Membagi cerita-cerita yang lucu juga bisa membuat kedekatan anda dengan sang sahabat.

Variasi ataupun warna-warni kehidupan bisa diberikan oleh sahabat kepada anda. Menghabiskan waktu bersama sahabat akan merelaksasikan kepenatan anda setelah melakukan aktivitas kantor yang padat setiap hari. Mungkin anda bisa makan malam bersama, window shopping akan menciptakan kedekatan yang lebih menyenangkan.

Berikanlah sedikit kejutan dan perhatian kepada sahabat agar lebih dekat. Meskipun anda berada jauh dari sahabat, bukan berarti anda melupakannya kan? Anda tetap bisa berkomunikasi lewat internet, telpon ataupun sms. Tapi sebaiknya anda jangan sampai lupakan sang kekasih karena bisa-bisa dia cemburu lagi.

baca selengkapnya......

catatan cinta sebuah kembara

hari ini, seperti hari - hari yang lain, selalu
terlampir pertanyaan

" kitakah yang merindukan rembulan?"
kau bernyanyi meninabobokanya.
kemudian sajak - sajaku menegeret kebuaian mimpi.
kemarin pagi, ketika hawa dingin pegunungan
menahan laju mentari, bibirmu bercerita
tentang kebekuan. dalam pengenbaraan
panjang setetes kecupan.
"tuluskah?"
seelah itu kau sempoyongan, terbaring kaku.
tak mampu menterjemahkan makna reahnya nafasmu.

genangan air, melodi hujan, atau celoteh - celoteh
kita yang lain, menjelma sejarah
tentang setangkai mawar yang hendak mekar hari ini.
biarkan cinta kemarin
dilanjutkan esok hari.


by : Pay jarot sujarwo
di posting oleh : hasyim ashary

baca selengkapnya......

jauh di dalam matamu

aku menemukan apa yang tak pernah
ku mengerti jauh didalam matamu. sepertinya
sebuah percakapan yang tenang: tanpa gemuruh.
di sana, jauh di dalam matamu,
ku temukan pula sunyi menjadi begitu sempurna
merawat rahasia diantara beribu - ribu kisah
yang menyumburat pada beribu - ribu jejak.
sesekali berkeretap dalam dada, memacu detak
jantung penuh pertanyaan tanpa jawaban.


jauh didalam matamu, aku menemukan apa
yang sulit kumengerti. setelah waktu membawa
kita pada pertemuan yang penuh riwayat.
barangkali rindu, atau harapan dalam
keterdiaman panjang bintang - bintanNG.
tentang aku, tentang kamu, tentang kita entahlah.
rasanya tak sabar untuk segera menterjemahnya.

jauh didalam matamu,
kurasakan lair darah didalam dada
tiba - tiba menjadi begitu deras.

by : pay jarot sujarwo
dipost oleh : hasyim ashary

baca selengkapnya......

velentine day

kutanam kan mawar
kata - kata merajut wangi dalam nurani
telah mekar sekuntum puisi
hari ini

14 februari 2009




bY : pay jarot
dipopulerkan: hasyim ashary

baca selengkapnya......

sperti waktu dulu

aku bertemu keteduhan musim
seperti waktu dulu
ingin kembali kupersembahkan untukmu gerimis: meresap masuk, kuceritakan lingkar - lingkar
kecil dalam genangan air serupa kesenyapan

lalu ada sajak cinta
bertengger du ubun - ubun yang basah
meraba, merapal tanda - tanda
diantara langkah tak berjejak

keadaan tetap sama seperti waktu dulu

baca selengkapnya......

kenangan

kadang hujan memaksa kita
bercengkrama kembali dengan kenangan.
bisa tentang masa kecil tempat kita merawat
keceriaan di lapangan setiap senja merekah, atau
barangkali nyanyian rindu dengan
keremajaan usia yang membut kita setia terhadap impian.
bahkan kenangan tentang luka,what ever.
banyak hal. selalu ada bekas yang ditinggal kanoleh hujan.
hingga sunyi menjadi sesuatu yang tak terbantahkan.
tentu saja masing - masing kita mempunyai tafsir berbeda untuk memaknainya.

seperti hari ini, hujan jatuh, membiakan dingin begitu rupa.
mempastikan gigil rerumpun diksi yang tiba - tiba menyelinap
diparruh waktu yang lewat.
ada kau disana,sebagi kenangan, sebagai harapan, sebagai perwujudan
dari kalimat - kalimat tak terkatakan.


by :bang pay jarot sujarwo
diposting oleh: hasyim ashari

baca selengkapnya......

Sebelum mengucap cinta

ingin ku curahkan kerinduan tak terbatas ini
tapi entah, tak henti aku merasa kehilangan saat selingkar tatap melumat dentumsajak - sajak

iapi aku ingin percakapan paripurna
melengkapi kelelahan singkat
dari kembara panjang tentang derai kisah - kisah

hingga selanjutnya, aku mengucap cinta

by: pay jarot sujarwo
dipopulerkan oleh: hasyim ashari

baca selengkapnya......

Perasaan, kedewasaan dan kebodohan !

Berbeda antara perasaan dan cinta. Sebab perasaan atau rasa mempunyai cakupan yang sangat luas, dan cinta ada di dalamnya. Cinta adalah bagian dari rasa, yang sangat tinggi nilainya. Sebab cinta adalah hidup manusia, maka tanpa cinta, perlu dipertanyakan lagi tentang hidup manusia itu sendiri. Jadi tanpa cinta, terus mau kemana hidup manusia itu. Cinta adalah hidup dan hidup adalah cinta !

Ini berbeda dengan perasaan, yang didalam banyak mengandung sifat yang bermacam-macam wujudnya. Rasa atau perasaan bisa muncul sesuai jiwa yang berusaha mendorongnya dari dalam. Marah, benci, bosan, jenuh, senang dan lain sebagainya, akan bergantian muncul sesuai kebutuhan pemilik jiwa yang menginginkannya. Oleh sebab itu, perasaan, kebodohan dan kejelian punya pertalian yang erat ketika jiwa kita berusaha merespon sesuatu kejadian ataupun masalah.

Adalah kebodohan yang nyata, jika seseorang dengan mudah selalu dapat dipermainkan dengan perasaannya sendiri. Ini persis dengan anak kecil yang selama hidupnya akan selalu dipermainkan oleh perasaannya sebagai seorang anak. Mereka akan menangis atau malah mengamuk, hanya karena tidak dibelikan mainan atau tidak boleh jajan atau yang lainnya. Mereka tidak mau tahu kenapa mereka tidak dibelikan mainan, tidak boleh jajan atau yang lainnya. Yang jelas mereka merasa kecewa hanya karena keinginannya tidak diturutinya. Jikalau toh berusaha diberi pemahaman yang masuk akal sekalipun, mereka sulit memahaminya atau malah tidak mau tahu tentangnya.

Begitulah adanya mereka, yang kebetulan dalam perkembangannya, harus terlatih dengan perasaannya sendiri sebagai seorang anak. Mereka semua haruslah melalui tahapan tersebut, agar supaya, jika sudah remaja mulai bisa memahaminya. Memahaminya, akan adanya perasaan yang tidak harus dituruti begitu saja. Memahaminya, supaya mereka kemudian bisa membedakan, perasaan yang mana yang harus dipilihnya, supaya bisa dibedakan bahwa mereka bukanlah seorang anak lagi. Bukan sebagai seorang anak lagi, karena sudah mempunyai kemampuan dalam memilah-milah perasaannya. Memilah-milah perasaan yang baik dan seharusnya, dan bukan menuruti perasaan yang mungkin saja akan menyenangkan hatinya saja. Perasaan yang menyenangkan hatinya, yang tidak bisa dituruti karena sudah merasa dirinya bukanlah anak-anak lagi.

Lalu bagaimana jika mereka sudah dewasa namun masih menuriti naluri kekanak-kanakannya itu ? Yang masih tidak mampu mengendalikan perasaan yang selalu saja ingin diturutinya itu ? Yang selalu tidak berusaha menempatkan perasaan disamping perasaan yang lainnya ? Atau sudah dewasa namun tidak mampu mencoba merasakan perasaan orang lain yang kebetulan berada di dekatnya itu ? Kami sangat tidak bisa membayangkan jika dihadapan banyak orang dewasa, ada seorang yang sudah dewasa menangis meronta-ronta kepada orang tuanya, hanya belum bisa dibelikan sepeda motor yang sesuai keinginan itu ? Bagaimana kalau ini terjadi dalam kasus lainnya, namun sangat mirip kejadiannya, dan sangat disayangkan juga, ia masih tidak menyadarinya, tentang apa yang telah dilakukannya ?

Ini sangat berbeda dengan orang yang punya kejelian atau kemampuan mengendalikan diri dalam mengendalikan perasaannya untuk merespon sesuatu hal yang terjadi. Mereka adalah orang-orang yang mampu memahami masalah yang sedang terjadi pada dirinya. Demikian sehingga, kemudian mereka akan mampu memilah-milah akan perasaan mana yang harus ada dan perasaan mana yang harus tidak diturutinya. Mereka tahu tentang resiko atau efek yang akan terjadi jika dia menuruti apa saja perasaan yang seakan begitu kuat mendoronngnya itu.

Merekalah orang-orang yang selalu berhati-hati mengambil sikap dan tindakan. Sikap dan tindakan yang telah didorong oleh kekuatan perasaan yang saat itu ada dan berusaha mempengaruhinya. Dengan kehati-hatian itulah, mereka akan memilah-milah dan mempertimbangkan perasaan yang pantas dilakukan dan pantas untuk dikendalikan. Mereka juga tahu bahwa mengikuti perasaan saja, tidaklah membawa penyelesaian secara bijak dan pada tempatnya. Kemudian barulah mereka akan menentukan sikap dan tindakan, jikalau mereka sudah tahu dan memahami duduk permasalahan yang sedang dihadapinya.

Kemudaian selanjutnya, merekalah yang sudah mulai terpancar sinar kedewasaan dan kematangan yang muncul dalam dirinya. Merekalah yang akan selalu muncul dan hadir membawa kesejukan dan penuh kebijaksanaan. Penuh kebijaksanaan dan kesejukan ketika harus dihadapi dengan kejadian dan masalah yang menuntut saling pemahaman bersama. Saling bisa memahami akan keputusan sesulit apapun. Saling memahami, walaupun sikap itu takkan pernah mampu bisa melegakan semua perasaan yang ada disekitarnya. Saling memahami bahwa keputusan tentang masalah tersebut harus terjadi. Sehingga yang terjadi, seakan tidak perlu ada yang disakiti walaupun harus ada yang dikalahkan ataupun harus dirugikan.

baca selengkapnya......
Template by : Kendhin x-template.blogspot.com